Kamis, 30 September 2010

BAB I ARTI PENTINGNYA ORGANISASI DAN METODE

1. Pengertian Organsasi dan Metode


Jika ditinjau secara sekilasi arti dari kata organisasi dan metode, istilah organisasi dapat diartikan sebagai:

Wadah : sekelompok manusia untuk saling bekerja sama

Proses : pengelompokkan manusia dalam suatu kerjasama yang efisien.



Sedangkan istilah metode berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan secara efisien.


Pengertian organisasi dan metode secara lengkap :

Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.

Dari pengertian tersebut terkandung beberapa maksud :

a) Organisasi dan metode merupakan kunci atau syarat pelaksanaan kerja setepat tepatnya.

b) Organisasi dan metode penting bagi kegiatan manajemen.

c) Organisasi dan metode dapat memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.

d) Oraganisasi dan metode berguna dalam meningkatkan efisiensi kerja untuk mencapai tujuan.



Manajemen pada hakekatnya merupakan proses kegiatan seorang pimpinan (manajer) yang harus dilakukan dengan mempergunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditatapkan melalui kerjasama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya.



Kegiatan Manajemen :

a. Planning (perencanaan)

b. Organizing (pengorganisasian)

c. Motivating (pendorongan)

d. Controlling (Pengendalian)



a) Planning (Perencanaan)

Merupakan proses kegiatan pemikiran, dugaan, dan penentuan prioritas-prioritas yang harus dilakukan secara rasional sebelum melaksanakan tindakan yang sebenarnya. Merupakan kegiatan non fisik (kejiwaan) sebelum melaksanakan kegiatan fisik.

Sangat diperlukan dalam rangka mengarahkan tujuan dan sasaran organisasi serta tujuan suatu program pembangunan.



b) Organizing (Pengorganisasian)

· Merupakan proses penyusunan pembagian kerja kedalam unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta penempatan mengenai orang-orang yang menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat.

· Dilakukan demi perencanaan pelaksanaan dan pembagian kerja yang tepat.

· Harus diperhatikan dalam penempatan orang (staffing) dilakukan secara objektif.



c) Motivating (Pendorongan)

Merupakan proses kegiatan yang harus dilakukan untuk membina dan mendorong semangat dan kerelaan kerja para pegawai. mencakup segi-segi perangsang baik yang bersifat rohaniah seperti kenaikan pangkat, pendidikan, dan pengembangan karir, pemberian cuti dan sebagainya maupun yang bersifat jasmaniah seperti sistem upah yang menggairahkan, pemberian tunjangan, penyediaan fasilitas yang lengkap dan sebagainya.



d) Controling (pengendalian)

· merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasaan, penyempurnaan dan penilaian sehingga dapat mencapai tujuan seperti yang direncanakan.

· Sangat penting untuk mengetahui sampai dimana pekerjaan sudah dilaksanakan.

· Dapat dilakukan evaluasi, penentuan tindakan korektif ataupun tidak lanjut, sehingga pengembangan dapat ditingkatkan pelaksanaanya.


Keempat kegiatan manajemen tersebut tidak dapat terlaksana tanpa adanya sumber-sumber ataupun sarana yang harus didayagunakan secara tepat. Sumber-sumber yang dimaksud disebut 6 M ( The Six M's ini management istilah George R Terry) yaitu :

a) Manusia atau tenaga kerja (manpower)

b) Uang atau dana (money)

c) Bahan-bahan atau material (materials)

d) Mesin dan peralatan (machines and equipment)

e) Tata kerja (methods)

f) Pasar (market)



2. MANAJEMEN DAN ORGANISASI

Arti uraian diatas dapat dirumuskan bahwa manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan dipihak lain. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisai yang pada pokoknya secara fungsinya dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demi eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antar manajemen dan organisasi.



3. MANAJEMEN DAN TATA KERJA

Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.

Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk:

a) Menghindari terjadinya pemborosan didalam pendayagunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.

b) Menghidari kemacetan-kemacatan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.

c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan kordinasi yang tepat.


Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini:

· Manajemen : menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan

· Sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.


4. MANAJEMEN, ORGANISASI DAN TATA KERJA

Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut:

Manajemen : proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.

Organisasi : alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokan kerjasama.

Tata Kerja : pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efesien.


Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada capainya tujuan.

Minggu, 26 September 2010

Windows Vista

Setelah meraih kesukaan besar dengan Windows XP, Microsoft tidak lantas berhenti begitu saja mengembangkan Windows. Versi terbaru dari Windows, disebut dengan Windows Vista, dirilis pada tanggal 30 November 2006 bagi kalangan bisnis sementara untuk kalangan pengguna rumahan dirilis pada tanggal 30 Januari 2007. Windows Vista memang direcanakan agar memiliki keamanan yang lebih tangguh dibandingkan dengan versi-versi sebelumnya, dengan memperkenalkan sebuah modus pengguna yang terbatas, yang disebut sebagai User Account Control (UAC), untuk menggantikan filosofi "administrator-by-default" yang diberlakukan pada Windows XP.

Windows Vista juga memperkenalkan fitur grafik yang jauh lebih "memikat", yang disebut dengan Windows Aero GUI, aplikasi yang baru (seperti halnya Windows Calender, Windows DVD Marker dan beberapa Game baru termasuk Chees Titans). Selain itu, Windows Vista juga menawarkan versi Microsoft Internet Explorer yang lebih aman, serta Windows Media Player versi baru (versi 11).

Windows Vista, menampilkan antarmuka grafis Aero-nya yang memikat, Welcome screen dan menu Start.

Windows Vista menggunakan nomor versi 6.0, sehingga memang terdapat perbedaan versi yang signifikan jika dibandingkan dengan Windows XP yang menggunakan nomor versi 5.1 atau Windows Server 2003 (5.2). Karena, memang Windows Vista memiliki banyak perbedaan yang mendasar, khususnya pada bagian arsitektur dasar sistem operasi.

Windows Vista dijual dalam beberapa edisi:

  • Windows Vista Starter
  • Windows Vista Home Basic
  • Windows Vista Home Premium
  • Windows Vista Business
  • Windows Vista Enterprise
  • Windows Vista Ultimate

Perombakan Mentri Kabinet Jilid II


Perombakan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II di rombak oleh Presiden SBY, jumlah Mentri yang digantikan tidak banyak dan sebelum Mentri digantikan yang baru seharusnya Mentri yang lama sudah mendapatkan rapot merah dan selanjutnya Mentri yang lama digantikan, pasti ada perombakan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II tapi walaupun ada, sebaiknya semakin sedikit semakin baik karena kabinet akan tetap solid.

Seandainya terjadi perombakan kabinet, sangat mungkin atas dasar pertimbangan kemudahan yang akan ditinggalkan Presiden SBY pada masa akhir jabatannya. Sejak Era Reformasi, isu Perombakan Kabinet bergema di mata Publik. Publik tampaknya kian terbiasa dengan isu yang merupakan Hak Prerogatif Presiden SBY. Sejak para Mentri dilantik oleh Presiden SBY, Mentri sudah menandatangani kontrak dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk siap di evaluasi dan dirombak kapan saja, maka sejak awal publik sudah diberi sinyal bahwa suatu saat mungkin akan Perombakan.

Ada hal-hal yang perlu terus dipantau terkait dengan kinerja para Mentri dan seandainya prestasinya stagnan atau bisa jadi mundur, Presiden SBY bisa melakukan Perombakan. Namun selain pertimbangan kinerja tentu juga ada nuansa politiknya. Pertimbangan politik lebih merupakan suatu konsekuensi atas realita berjalannya Sistem Pemerintahan Presidensial yang diramaikan oleh banyaknya partai politik. Dalam logika politik, siapa pun yang memerintah pasti memerlukan keseimbangan politik. Logika itulah yang juga dipakai dalam menyusun dan merombak Kabinet.

Tetapi seorang Mentri yang dipilih oleh Presiden harus mempunyai jiwa Intelektualisme dan Idealisme agar dalam mengimplementasikan suatu tujuan Pemerintahan dapat di realisasikan. Idealnya, Perombakan Kabinet mengedepankan konteks Kapasitas dan Kualitas prestasi Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II jadi Profesional dan Proposional yang berujung pada penilaian positif publik itu sangat penting.

Akhirnya apakah akan ada Perombakan Mentri atau tidak?

Harapan publik berharap agar pemerintahan SBY bisa berprestasi lagi dalam memimpin Pemerintahan.

bookmark

Share |

Entry Popular