Jumat, 06 Januari 2012

PEMBENTUKAN CITRA DIGITAL

 
PENG.GRAFIK KOMPUTER & PENGOLAHAN CITRA

 
KELAS : 3KA24
MUHAMMAD IBRAHIM MULIA  (11109147)


 
 
SISTEM INFORMASI
ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2011


BAB I
PENDAHULUAN


Kemudahan penyebaran citra digital melalui internet memiliki sisi positif dan negatif terutamabagi pemilik asli citra digital tersebut. Sisi positif dari kemudahan penyebaran tersebut adalah dengan cepatnya pemilik citra tersebut menyebarkan file citra digital tersebut ke berbagai alamat di dunia. Sedangkan sisi negatifnya adalah jika tidak ada hak cipta pelindung citra yang disebarkan tersebut, maka citra digital ini, yang misalakan adalah hasil foto komersil, atau hasil karya lukisan digital, akan sangat mudah diakui kepemelikannya oleh pihak lain.
Citra adalah gambar pada bidang-bidang 2 dimensi yang dihasilkan dari gambar analog dua dimensi yang continue menjadi gambar diskrit melalui proses digitalis. Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner).semua system computer menggunakan system digital sebagai basis datanya . Dapat disebut juga dengan istilah Bit(Binary Digit).

Definisi dan Tujuan Pembentukan Citra Pengolahan Citra / Image Processing :
·         Proses memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasi oleh manusia atau komputer
·         Teknik pengolahan citra dengan mentrasformasikan citra menjadi citra lain, contoh :
Pemampatan citra (image compression) dan Pengolahan citra merupakan proses awal (preprocessing) dari komputer visi.

Pengenalan pola (Pattern Recognition) :
·         Pengelompokkan data numerik dan simbolik (termasuk citra) secara otomatis oleh komputer agar suatu objek dalam citra dapat dikenali dan diinterpreasi.
·         Pengenalan pola adalah tahapan selanjutnya atau analisis dari pengolahan citra


BAB II
ISI


A. Pengertian Citra Digital

Citra digital sebenarnya bukanlah sebuah data digital yang normal, melainkan sebuah representasi dari citra asal yang bersifat analog. Citra digital ditampilkan pada layar computer dengan berbagai macam susunan warna dan tingkat kecerahan. Susunan warna inilah yang menyebabkan sebuah citra bersifat analog. Hal ini disebabkan karena susunan warna yang dimiliki dalam sebuah citra mengandung jumlah warna dan tingkat kecerahan yang tidak terbatas.
            Citra yang ditampilkan pada layar komputer ini, yang sebenarnya merupakan sebuah representasi analog, juga tersusun dari sebuah rentang tak terbatas dari nilai cahaya yang dipantulkan atau cahaya yang ditransmisikan. Jadi secara umum citra memiliki sifat kontinu dalam tampilan warna dan tingkat kecerahannya.
Citra digital merupakan fungsi intensitas cahaya f(x,y), dimana harga x dan y merupakan koordinat spasial dan harga fungsi tersebut pada setiap titik (x,y) merupakan tingkat kecemerlangan atau intensitas cahaya citra pada titik tersebut.
Citra digital adalah citra f(x,y) dimana dilakukan diskritisasi koordinat spasial (sampling) dan diskritisasi tingkat kecemerlangannya/keabuan (kwantisasi).
Citra digital merupakan suatu matriks dimana indeks baris dan kolomnya menyatakan suatu titik pada citra tersebut dan elemen matriksnya (yang  disebut sebagai elemen gambar / piksel / pixel / picture element / pels) menyatakan tingkat keabuan pada titik tersebut.

Ada 2 citra, yakni : citra kontinu dan citra diskrit (citra digital)
·         Citra kontinu diperoleh dari sistem optik yg menerima sinyal analog, seperti mata manusia dan kamera analog.
·         Citra diskrit (citra digital) dihasilkan melalui proses digitalisasi terhadap citra kontinu.


B. Elemen Dasar & Sistem Pemrosesan Citra Digital
1.     Elemen Dasar Citra Digital
1.1.Kecerahan (Brightness)
Kecerahan : intensitas cahaya rata-rata dari suatu area yang melingkupinya.

1.2.Kontras (Contrast)
Kontras : sebaran terang (lightness) dan gelap (darkness) di dalam sebuah citra.
·           Citra dengan kontras rendah komposisi citranya sebagian besar terang atau sebagian besar gelap.
·           Citra dengan kontras yang baik, komposisi gelap dan terangnya tersebar merata.

1.3.Kontur (Contour)
Kontur : keadaan yang ditimbulkan oleh perubahan intensitas pada pixel-pixel tetangga, sehingga kita dapat mendeteksi tepi objek di dalam citra.

1.4.Warna (Color)
·           Warna : persepsi yang dirasakan oleh sistem visual manusia terhadap panjang gelombang cahaya yang dipantulkan oleh objek.
·           Warna-warna yang dapat ditangkap oleh mata manusia merupakan kombinasi cahaya dengan panjang berbeda. Kombinasi yang memberikan rentang warna paling lebar adalah red (R), green(G) dan blue (B).

1.5.Bentuk (Shape)
·           Bentuk : properti intrinsik dari objek tiga dimensi, dengan pengertian bahwa bentuk merupakan properti intrinsik utama untuk visual manusia.
·           Umumnya citra yang dibentuk oleh manusia merupakan 2D, sedangkan objek yang dilihat adalah 3D.

1.6.Tekstur (Texture)
·         Tekstur : distribusi spasial dari derajat keabuan di dalam sekumpulan pixel-pixel yang bertetangga.

2.     Sistem pemprosesan Citra Digital

  

Digitizer (Digital Acqusition System) : sistem penangkap citra digital yang melakukan penjelajahan citra dan mengkonversinya ke representasi numerik sebagai masukan bagi komputer digital. Hasil dari digitizer adalah matriks yang elemen-elemennya menyatakan nilai intensitas cahaya pada suatu titik.
Digitizer terdiri dari 3 komponen dasar :
·         Sensor citra yang bekerja sebagai pengukur intensitas cahaya
·         Perangkat penjelajah yang berfungsi merekam hasil pengukuran intensitas  pada seluruh bagian citra
·         Pengubah analog ke digital yang berfungsi melakukan sampling dan kuantisasi.

2.1.Komputer digital
Komputer digital ialah digunakan pada sistem pemroses citra, mampu melakukan berbagai fungsi pada citra digital resolusi tinggi.

2.2.Piranti Tampilan
Piranti Tampilan ialah peraga berfungsi mengkonversi matriks intensitas tinggi merepresentasikan citra ke tampilan yang dapat diinterpretasi oleh manusia.

2.3.Media penyimpanan
Media penyimpanan piranti yang mempunyai kapasitas memori besar sehingga gambar dapat disimpan secara permanen agar dapat diproses lagi pada waktu yang lain.


C.  Model Citra
Citra merupakan fungsi kontinu dari intensitas cahaya pada bidang 2D secara matematis fungsi intensitas cahaya pada bidang 2D disimbolkan dengan f(x,y), dimana :
·         (x,y) : koordinat pada bidang 2D.
·         f(x,y) : intensitas cahaya (brightness) pada titik (x,y).

Karena cahaya merupakan bentuk energi, maka intensitas cahaya bernilai antara 0 sampai tidak berhingga,  0 = f(x,y) =8
f(x,y)  =  i(x,y) . r(x,y)
Dimana :
·         i(x,y) : jumlah cahaya berasal dari sumbernya (illumination) yang nilainya 0 ≤ i(x,y) < 8
Nilai i(x,y) ditentukan oleh sumber cahaya.
·         r(x,y): kemampuan obyek memantulkan cahaya (reflection) yang nilainya 0 ≤ r(x,y) 1 Nilai r(x,y) ditentukan oleh karakteristik obyek di dalam citra. r(x,y)=0 mengindikasikan penyerapan total. r(x,y)=1 mengindikasikan pemantulan total.

Derajat Keabuan (grey level) ialah intensitas f citra hitam-putih pada titik (x,y) dan citra hitam-putih : citra monokrom (monochrome image) atau citra satu kanal (satu fungsi intensitas).
·         Derajat keabuan bergerak dari hitam ke putih.
·         Skala keabuan memiliki rentang :  l min < f < l max atau [0,L] , dimana intensitas 0 menyatakan hitam dan L menyatakan putih.



Contoh : citra hitam-putih dengan 256 level, artinya mempunyai skala abu-abu dari 0 sampai 255 atau [0,255], dalam hal ini nilai 0 menyatakan hitam dan 255 menyatakan putih, nilai antara 0 sampai 255 menyatakan warna keabuan yang terletak antara hitam dan putih.


D.  Pembentukan citra digital
Komputer merupakan alat yang beroperasi dalam sistem digital yang menggunakan bit atau byte dalam pengukuran datanya, dan yang terpenting dalam sistem digital adalah sifatnya yang diskrit, bukan kontinu. Hal ini berlawanan dengan citra digital yang sebenarnya merupakan representasi citra asal yang bersifat kontinu. Untuk mengubah citra yang bersifat kontinu diperlukan sebuah cara untuk mengubahnya dalam bentuk data digital. Komputer menggunakan sistem bilangan biner dalam pemecahan masalah ini. Dengan penggunaan sistem bila ngan biner ini, citra dapat diproses dalam komputer dengan sebelumnya mengekstrak informasi citra analog asli dan mengirimkannya ke komputer dalam bentuk biner. Proses ini disebut dengan digitisasi. Digitisasi dapat dilakukan oleh alat seperti kamera digital atau scanner. Kedua alat ini selain dapat mengambil atau menangkap sebuah citra, juga dapat bertindak sebagai alat input (masukan) bagi komputer. Alat penangkap citra digital ini dapat menyediakan aliran data biner bagi komputer yang didapatkan dari pembacaan tingkat kecerahan pada sebuah citra asli dalam interval sumbu x dan sumbu y.
Citra digital merupakan citra yang tersusun dari pixel diskrit dari tingkat kecerahan dan warna yang telah terkuantisasi. Jadi, pada dasarnya adalah sebuah citra yang memiliki warna dan tingkat kecerahan yang kontinu perlu diubah dalam bentuk informasi warna, tingkat kecerahan, dsb yang bersifat diskrit untuk dapat menjadi sebuah citra digital. Pada Gambar 1 diperlihatkan kurva tingkat kecerahan yang kontinu dengan nilai hitam dan putih yang tidak terbatas .
(a)  dan kurva tingkat kecerahan setelah mengalami kuantisasi dalam 16 tingkatan diskrit
(b) Tingkat kecerahan pada Gambar 1
(a)  yang bersifat kontinu dapat diubah menjadi tingkat kecerahan seperti Gambar 1



(b)  dengan  pembacaan tingkat kecerahan menggunakan interval tertentu pada sumbu x dan y seperti yang telah disebutkan  di atas. Pembagian seperti pada pembagian tingkat kecerahan ini juga berlaku untuk warna agar nilai warna dapat menjadi diskrit.


E. Digitalisasi Citra
Digitalisasi citra : representasi citra dari fungsi kontinu menjadi nilai-nilai diskrit, sehingga disebut Citra Digital. Citra digital berbentuk empat persegi panjang dan dimensi ukurannya dinyatakan sebagai tinggi x lebar (lebar x panjang). Citra digital yang tingginya N, lebarnya M dan memiliki L derajat keabuan dapat dianggapa sebagai fungsi :


Citra digital yang berukuran N x M lazimnya dinyatakan dengan matriks berukuran N baris dan M kolom, dan masingmasing elemen pada citra digital disebut pixel (picture element).


Contoh : suatu citra berukuran 256 x 256 pixel dengan intensitas beragam pada tiap pixelnya, direpresentasikan secara numerik dengan matriks terdiri dari 256 baris dan 256
kolom.


Citra digital diperoleh dari proses digitalisasi ada 2 proses digitalisasi yakni :
·         sampling merupakan proses pengambilan nilai diskrit koordinat (x,y) dengan melewatkan citra melalui grid (celah).
·         kuantisasi merupakan proses pengelompokkan nilai tingkat keabuan kontinu ke dalam beberapa level atau merupakan proses membagi  keabuan (0,L) menjadi G buah level yg dinyatakan dengan suatu bilangan bulat (integer), dinyatakan sebagai:
G = 2m
G : derajat keabuan, m : bil bulat positif

Citra digital berukuran N x M dinyatakan dg matriks yg berukuran N baris M kolom.


Berarti penyimpanan untuk citra digital yg disampling dg N x M piksel dan dikuantisasi menjadi 2 level derajat keabuannya membutuhkan memori N x M x m.
Contoh, citra Lena yg berukuran 512 x 512 dg 256 derajat keabuan membutuhkan memori sebesar 512 x 512 x 8 bit = 2048.000 bit.

Resolusi gambar ditentukan oleh N dan m. Makin tinggi nilainya maka citra yang



dihasilkan makin bagus kualitasnya (mendekati citra kontinu).


1.     Sampling
Sampling : digitalisasi spasial (x,y), citra kontinu disampling pada grid-grid yang berbentuk  bujursangkar (kisi-kisi arah horizontal dan vertikal).


Contoh : Sebuah citra berukuran 10x10 inchi dinyatakan dalam matriks yang berukuran 5 x 4 (5 baris 4 kolom). Tiap elemen citra lebarnya 2,5 inchi dan tingginya 2 inchi akan diisi dengan sebuah nilai bergantung pada rata-rata intensitas cahaya pada area tersebut.

Pembagian gambar menjadi ukuran tertentu menentukan RESOLUSI (derajat rincian yang dapat dilihat) spasial yang diperoleh. Semakin tinggi resolusinya semakin kecil ukuran pixel atau semakin halus gambar yang diperoleh karena informasi yang hilang semakin kecil.


2.     Kuantisasi
Kuantisasi : pembagian skala keabuan (0,L) menjadi G level yang dinyatakan dengan suatu harga bilangan bulat (integer), biasanya G diambil perpangkatan dari 2.
G = 2 m
dimana G : derajat keabuan . m : bilangan bulat positif


Hitam dinyatakan dengan  nilai derajat keabuan terendah, sedangkan putih dinyatakan dengan nilai derajat keabuan tertinggi, misalnya 15 untuk 16 level. Jumlah bit yang dibutuhkan untuk merepresentasikan nilai keabuan pixel disebut pixel depth. Sehingga citra dengan kedalaman 8 bit sering disebut citra-8 bit.
Besarnya derajat keabuan yang digunakan untuk menentukan resolusi kecerahan dari citra yang diperoleh. Semakin banyak jumlah derajat keabuan (jumlah bit kuantisasinya makin banyak), semakin bagus gambar yang diperoleh karena kemenerusan derajat keabuan akan semakin tinggi sehingga mendekati citra aslinya.


















F.  Perbedaan Antara Format File dan Kompresi

Citra digital adalah sebuah file yang tersimpan sebagai nilai numerik dalam media magnetic atau media optikal. Ditinjau dari bentuknya yang merupakan sebuah file, citra digital memiliki berbagai jenis format, antara lain JPEG, GIF, PNG, BMP, dsb. Format-format file untuk citra digital ini memiliki keunggulan, kelemahan, dan tingkat komersialitasnya maing masing.
Format file merupakan rangkaian data yang teratur dan digunakan untuk mengkodekan informasi dalam  penyimpanan atau pertukaran data. Format file dapat digambarkan sebagai sebuah bahasa tulis yang memiliki aturan-aturan sendiri dalam penulisannya. Jika digambarkan, setiap format file citra memiliki cara pembentukan struktur yang berbeda dimana setiap struktur ini memiliki header dan body. Umumnya header diikuti dengan body yang mengandung sebagian besar data.
Kompresi merupakan cara pengkodean data file agar lebih ringkas dan efisien . Seperti yang diketahui, kompresi terhadap sebuah file memerlukan algoritma juga. Algoritma ini berguna dalam mendefinisikan langkah –langkah yang diperlukan untuk mengurangi ukuran file, yang dalam hal ini merupakan tujuan dari kompresi. Kesalahan yang sering muncul adalah pembedaan antara format file dengan kompresi.


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan

Komputer merupakan alat yang beroperasi dalam sistem digital yang menggunakan bit atau byte dalam pengukuran datanya, dan yang terpenting dalam sistem digital adalah sifatnya yang diskrit, bukan kontinu. Hal ini berlawanan dengan citra digital yang sebenarnya merupakan representasi citra asal yang bersifat kontinu. Untuk mengubah citra yang bersifat kontinu diperlukan sebuah cara untuk mengubahnya dalam bentuk data digital.
Citra digital merupakan fungsi intensitas cahaya f(x,y), dimana harga x dan y merupakan koordinat spasial dan harga fungsi tersebut pada setiap titik (x,y) merupakan tingkat kecemerlangan atau intensitas cahaya citra pada titik tersebut yang dimana suatu matriks pada  indeks baris dan kolomnya menyatakan suatu titik pada citra tersebut dan elemen matriksnya menyatakan tingkat keabuan pada titik tersebut.
Digitalisasi citra : representasi citra dari fungsi kontinu menjadi nilai-nilai diskrit, sehingga disebut Citra Digital Citra digital berbentuk empat persegipanjang dan dimensi ukurannya dinyatakan sebagai tinggi x lebar (lebar x panjang) Citra digital yang tingginya N, lebarnya M dan memiliki L derajat keabuan dapat dianggapa sebagai fungsi.
Citra digital adalah sebuah file yang tersimpan sebagai nilai numerik dalam media magnetic atau media optikal. Ditinjau dari bentuknya yang merupakan sebuah file, citra
digital memiliki berbagai jenis format, antara lain JPEG, GIF, PNG, BMP, dsb. Format-format file untuk citra digital ini memiliki keunggulan, kelemahan, dan tingkat komersialitasnya maing masing.


B. Saran

        Mempelajari makalah ini sangatlah bermanfaat bagi anda karena setelah membaca ini anda akan mengetahui banyak mengenai file, direktori, bagaimana mengimplentasikan sistem file, serta bagaimana melakukan proteksi pada sistem file.


DAFTAR PUSTAKA

Ø  bertalya.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/.../Representasi+Citra.pdf
Ø  puslit.petra.ac.id/journals/pdf.php?PublishedID=INF01020101
Øhttp://eprints.undip.ac.id/1676/ /Peningkatan_Kualitas_Citra_Medik_pd_Foto_Rontgen_Menggunakan_Filter_Frekuensi_Tinggi.pdf

Kamis, 05 Januari 2012

Database Penginapan Villa


SISTEM BASIS DATA



Kelas: 3KA24 
Muhammad Ibrahim Mulia (11109147)





SISTEM INFORMASI
ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFROMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA


BAB I
PENDAHULUAN


1.1.              LATAR BELAKANG

Data adalah fakta mengenai objek, orang dan lain-lain. Data dinyatakan dengan nilai rangka, deretan karakter atau symbol-symbol. Sedangkan informasi adalah hasil analisis dan sintesis terhadap data yang telah diorganisasikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seseorang.
Database adalah kumpulan data yang harus dimodifikasikan berdasarkan Query dan report.  Database juga bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih jelas dengan penjelasan yang singkat sehingga mudah di pahami. Oleh karena itu kami akan membahas tentang pembuatan system informasi database dalam suatu masalah.
Basis data (bahasa Inggris: database), atau basisdata adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.


1.2.              TUJUAN DATABASE

Tujuan Pembuatan Makalah ini dilakukan berdasarkan tugas kuliah yang diberikan dari seorang dosen untuk mempelajari pembuatan Database dengan menggunakan Microsoft Access serta Makalah yang kami sajikan tentang DATABASE VILLA. Database ini sangat berguna dalam pemrosesan basis data yang dapat mempercepat memperoleh informasi dan untuk meningkatnya pelayanan kepada user/pelanggan sehingga perusahaan memperoleh keuntungan daya saing terhadap Perusahaan lain.



1.3.              KELEBIHAN DAN KELEMAHAN DATABASE

1.3.1.      KELEBIHAN DATABASE

a.       Mencari data dengan cepat
b.      Data keamanan terjamin
c.       Terpeliharanya Data dan terstruktur
d.      Tidak terjadi kerangkapan data

1.3.2.      KELEMAHAN DATABASE
a.       Memerlukan tenaga ahli
b.      Harganya mahal
c.       Memerlukan media penyimpanan besar
d.      Sangat kompleks


1.4.              RUMUSAN MASALAH

1.4.1.      KOMPONEN SISTEM DATABASE

1.4.2.      KEUNTUNGAN DATABASE

1.4.3.      KERUGIAN DATABASE



BAB II
PEMBAHASAN


2.1.              PENGERTIAN DATABASE

Database atau dalam Bahasa Indonesia disebut Basis Data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil (query) basis data disebut sistem database manajemen (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya, penjelasan ini disebut skema. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema atau memodelkan struktur basis data, ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hirarki dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.


2.2.              KOMPONEN SISTEM DATABASE

2.2.1.      DATA

a.        Data disimpan secara terintegrasi (integrated), Terintegrated yaitu Database merupakan kumpulan dari berbagai macam file dari aplikasi-aplikasi yang
berbeda yang disusun dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang rangkap
(redundant).
b.   Data dapat dipakai secara bersama-sama (shared), Shared yaitu Masing-masing bagian dari database dapat diakses oleh pemakai dalam waktu yang bersamaan, untuk aplikasi yang berbeda.

2.2.2.      HARDWARE (perangkat keras)
Terdiri dari semua peralatan perangkat keras komputer yang digunakan untuk
pengelolaan sistem database berupa:
a.       Peralatan untuk penyimpanan misalnya disk, drum, tape.
b.      Peralatan input dan output.
c.       Peralatan komunikasi data, dll.

2.2.3.      SOFTWARE (perangkat lunak)
Berfungsi sebagai perantara (interface) antara pemakai dengan data phisik pada
database, dapat berupa :
a.       Database Management System (DBMS).
b.      Program-program aplikasi & prosedur-prosedur.

2.2.4.      USER (Pemakai)
User Terbagi menjadi 4 klasifikasi:
a.    Sistem Engineer, Yaitu tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan sistem basis data dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada pihak penjual.
b.     Database Administrator (DBA), orang/tim yang bertugas mengelola system
database secara keseluruhan.
c. Programmer, orang/tim membuat program aplikasi yang mengakses database dengan menggunakan bahasa pemprograman.
d.    End user, orang yang mengakases database melalui terminal dengan menggunakan query language atau program aplikasi yang dibuat oleh programmer.


2.3.              KEUNTUNGAN SISTEM BASIS DATA

a.       Terkontrolnya kerangkapan data dan inkonsistensi.
b.      Terpeliharanya keselarasan data.
c.       Data dapat dipakai secara bersama-sama.
d.      Memudahkan penerapan standarisasi.
e.       Memudahkan penerapan batasan-batasan pengamanan.
f.       Terpeliharanya intergritas data.
g.      Terpeliharanya keseimbangan atas perbedaan kebutuhan data dari setiap aplikasi.
h.      Program / data independent.


2.4.              KERUGIAN SISTEM BASIS DATA

a.       Mahal dalam implementasinya.
b.      Rumit/komplek.
c.       Penanganan proses recovery & backup sulit.
d.      Kerusakan pada sistem basis data dapat mempengaruhi departemen yang terkait.


2.5.              DATA DALAM DATABASE

2.5.1.      KARAKTER

Characters merupakan bagian data yang terkecil, dapat berupa karakter numerik,
huruf ataupun karakter-karakter khusus (special characters) yangmembentuk suatu item data / field.


2.5.2.      FIELD

Field merepresentasikan suatu atribut dari record yang menunjukkan suatu item dari data, seperti misalnya nama, alamat dan lain sebagainya. Kumpulan dari field membentuk suatu record. field name: harus diberi nama untuk membedakan field yang satu dengan lainnya field representation: tipe field (karakter, teks,tanggal, angka, dsb), lebar field (ruang maksimum yang dapatdiisi dengan karakter-karakter data). Field value: isi dari fielduntuk masing-masing record.

2.5.3.      RECORD

Record adalah kumpulan dari field membentuk suatu record. Record menggambarkan suatu unit data individu yang tertentu. Kumpulan darirecord membentuk suatu file. Misalnya file personalia, tiap-tiap record dapat mewakili data tiap-tiap karyawan.

2.5.4.      FILE

File terdiri dari record-record yang menggambarkan satu kesatuan data yang sejenis. Misalnya file mata pelajaran berisi data tentangsemua mata pelajaran yang ada.


2.6.              ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM

Entity relationship adalah suatu cara memodelkan suatu data ditingkat konseptual dalam perancangan basis data.  Model Entity-Relationship merupakan alat modeling data yang populer dan banyak digunakan oleh para perancang database.  Data model merupakan representasi abstrak dari data tentang entitas, kejadian, aktifitas dan asosiasinya dalam suatu organisasi.  Tujuan dari pemodelan data adalah untuk menyajikan data dan menjadikan data mudah dimengerti, sehingga mempermudah perancangan dan pengaksesan database.
Berdasarkan tipe konsepnya, data model dibagi menjadi dua kategori yaitu Conceptual (High Level) Data Model dan Physical (Low Level) Data Model.  Conceptual Data Model merupakan konsep yang berkaitan dengan pandangan pemakai terhadap data, sedangkan Physical Data Model merupakan konsep yang menerangkan detail dari bagaimana data di simpan di dalam komputer.  Dalam pandangan ini model Entity Relationship digunakan untuk menggambarkan Conceptual Data Model (E-R).
Model E-R diperkenalkan pertama kali oleh P.P. Chen pada tahun 1976, walau model ini sudah ketinggalan jaman akan tetapi dalam penerapannya ER masih merupakan model yang efektif dalam upaya menggambarkan persepsi dari pemakai karena berisi objek-objek dasar yang disebut sebagai entitas dan hubungan antar entitas-entitas yang disebut relationship.  Adapun model E-R dinotasikan sebagai berikut :

Weak Entity adalah suatu entity yang mungkin memiliki suatu atribut yang bukan miliknya, dimana keberadaannya tergantung dari entity lain.  Entity lain tersebut dikatakan sebagai Identifying Owner dan relationshipnya dinamakan Identifying Relationship. Weak entity selalu memiliki Total Participation Constraint dengan Identifying Owner.



BAB III
DATABASE


3.1.              DIAGRAM ENTITY RELATIONSHIP
Pada kesempatan kali ini kami membuat database mengenai Database Penginapan Villa. Pada Database yang akan kami buat,  kami memberikan gambaran bagaimana Sistem Database ini bekerja. Kami membuat ERD (Entity Relationship Diagram). Mari kita lihat bagaimana model relationship yang kami buat :




3.2.              PEMBUATAN DATABASE

o        Pastikan program Microsoft Office telah di install.
o        Untuk membuat Database, Anda klik Microsoft Office Access.
o        Setelah muncul tampialan Microsoft Office Access klik Blank Database dan isikan File Name Blank Database disebelah kanan yaitu Database_villa dan klik gambar browse untuk menentukan tempat penyimpanan database, maka tampilannya seperti ini:
 

o        Maka tampil dibawah ini, menentukan letak penyimpanan dan format extension access pada access 2003.
 

o        Setelah membuat nama file Database, maka tampilannya seperti ini:
 
o        Setelah Tabel 1 dibuat semua Datanya kemudian klik Desain View
o        Setelah itu Save as Table 1, misalnya kamar, maka tampilannya seperti ini:

o        Desain View untuk Tabel 1 menunjukan Data Type menentukan jenis pada setiap Field serta menjadikan Primary Key pada salah satu Field dalam satu Tabel, field size pada kode_kamar dengan jumlah 4 digit, maka Tampilanya seperti ini:

o        Kemudian kilik Table view dan di save tabel.

o        Maka tampilan seperti ini tabel kamar dengan isi record yang kosong.

o        Ulangi langkah selanjutnya untuk membuat tabel lainnya di sertakan Desain View pada tabel, caranya klik Create >> Table, tampilan dibawah ini.
 

o        Desain View untuk Tabel 1 menunjukan Data Type menunjukan jenis pada setiap Field serta menjadikan 3 Primary Key pada 3 Field dalam satu Tabel, maka Tampilanya seperti ini:


o        Kemudian kilik Table view dan di save tabel.


o        Maka tampilan seperti ini tabel transaksi dengan isi record yang kosong.

o        Maka tampilan seperti ini tabel katring dengan isi record yang kosong.


o        Maka tampilan seperti ini tabel penginap dengan isi record yang kosong.


3.2.1.      TABEL KAMAR
o        Maka tampilan seperti ini


3.2.2.      TABEL TRANSAKSI
o        Maka tampilan seperti ini


3.2.3.      TABEL KATRING
o        Maka tampilan seperti ini

3.2.4.      TABEL PENGINAPAN
o        Maka tampilan seperti ini


3.2.5.      RELATIONSHIPS
o        Setelah Tabel 1, Tabel 2, Tabel 3 dan Tabel 4 dibuat Kemudian klik Datasheet untuk membuat Relationships klik Relationships.


o        Kemudian klik Edit Relationships, maka tampilannya seperti ini:


o        Tampilan dibawah ini adalah untuk memilih menjadi Primary Key dari setiap Tabel dan disarankan yang menjadi Primary Key pada Field data pertama dari setiap tabel atau nama Field data yang sama pada setiap tabel karena untuk mempermudah Administrator dan User:








o        Dari tiap-tiap tabel sudah memiliki Primary Key kemudian dikaitkan antara tabel 1, tabel 2, tabel 3 dan tabel 4,maka tampilannya seperti ini:

o        Seandainya sudah selesai semua tabel dikaitkan untuk menjadi Primary Key maka langsung di close.

3.2.6.      QUERY
o        Kemudian buat Query Wizard yaitu pilih Create kemudian klik Query Wizard kemudian pilih Simple Query Wizard lalu klik OK, maka tampilannya seperti ini:



o        Kemudian semua Tabel dijadikan menjadi satu dengan syarat nama data field tidak ada yang sama pada setiap Tabel kemudian Next, maka tampilannya seperti ini:

 

o        Kemudian klik detail (shows every field of every record) kemudian Next, maka tampilannya seperti ini:



o        Kemudian berikan Nama Title pada Query, misalnya transaksi_query setelah itu pilih modify the query design kemudian Finish, maka tampilannya seperti ini:

o        Maka tampilan seperti dibawah ini.

o        Kemudian kilik run

o        Dibawah ini adalah tampilan transaksi_query, sehubung tidak jelas transaksi_query maka dibagi menjadi 2.




o        Dibawah ini adalah lanjutan transaksi_query seperti diatas.

3.2.7.      SQL ( Structured Query Languange)
o        Cara membuat SQL pada Query, klik SQL view.
o        Koding SQL untuk menggabungkan 4 tabel tersebut.



o        Koding SQL untuk menampilkan nama_kamar pada transaksi query.

o        Maka tampilan dibawah ini.



o        Koding SQL untuk menampilkan alamat_penginap pada transaksi query.


o        Maka tampilan dibawah ini.



o        Koding SQL untuk menampilkan lama_penginap pada transaksi query.


o        Maka tampilan dibawah ini.


3.2.8.      REPORT
o        Untuk membuat Report klik Create kemudian Report biasa, maka tampilannya seperti ini:



o        Dibawah ini adalah tampilan transaksi_villa_report, sehubung tidak jelas transaksi_villa_report maka dibagi menjadi 3.



o        Dibawah ini adalah lanjutan transaksi_villa_report seperti diatas.



o        Dibawah ini adalah lanjutan transaksi_villa_report seperti diatas.
 

BAB IV
PENUTUP


4.1.              KESIMPULAN

Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam
ilmu informasi.
Data base adalah suatu koleksi data computer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dengan cara yang memudahkan pengambilan kembali. DASD (medium file master yang baik) harus digunakan.

4.2.              SARAN

Beberapa saran untuk pengembangan perangkat lunak dalam makalah ini atau pun penelitian yang dapat dilakukan lebih lanjut adalah sebagai berikut :
a.        Perangkat lunak dalam makalah ini dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga dapat diaplikasikan pada sistem basis data lain selain Microsoft Access.
b.       Perangkat lunak dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menangani pengamanan transmisi data dan hasil query pada system basis data terdistribusi.


DAFTAR PUSTAKA

Tim Penyusun , Dosen Gunadarma, Basis Data 1, Jakarta, 2007

bookmark

Share |

Entry Popular