Kamis, 12 Januari 2012
Gempa Bom di Baghdad Menjadi Lautan Api
Senin, 09 Januari 2012
Michele Bachmann Mundur dari Capres Partai Republik
Senin, 16 Mei 2011
Mencuri Minyak Dengan Memutar Balikan Fakta HAM
Saya turut prihatin dengan krisis di Libya memasuki babak baru, pertempuran tidak Cuma melibatkan pasukan oposisi dan propemerintah tetapi juga tentara Koalisi Barat yaitu dipimpin oleh AS, Inggris dan Prancis. Motifnya seharusnya dipertanyakan apakah benar-benar ingin menolong berdasarkan HAM atau mencuri minyak?
Koalisi Barat bukan Cuma menembak pangkalan militer Libya atas larangan zona terbang tetapi juga menembak warga sipil. Mantan perwakilan Liga Arab untuk PBB mengatakan bahwa Koalisi Barat mencuri minyak di Libya dengan memutar balikan fakta HAM yaitu menggulingkan Moamar Khadafi dan melindungi warga sipil.
Tindakan “Represif” Barat termasuk rezim Khadafi sebagian karena faktor minyak, menurut Menlu AS Hillary Clinton bahwa AS dan sekutunya mendukung kelompok oposisi yang berjuang melawan Diktator Libya. Apakah benar AS dan sekutunya menyerang Libya dengan motif untuk menyingkirkan perusahan minyak China dari Libya?
Sementara Moamar Khadafi member isyarat kepada rakyatnya dengan dua pilihan, yaitu dia tetap memerintah atau terpaksa membunuh mereka. Terkait dengan serangan Koalisi Barat ke Libya dengan maksud peringatan militer terhadap Negara penghasil minyak terbesar di benua Afrika itu harus disepakati seluruh anggota DK (Dewan Keamanan) PBB. Harus diputuskan secara kolektif, harus disepakati DK PBB tanpa ada Negara anggota yang memveto keputusan ini, termasuk China dan Rusia.
Sejak revolusi yang terinspirasi oleh gerakan perlawanan rakyat di Mesir dan Tunisia berlangsung, Khadafi mengerahkan pasukan militer dan tentara bayaran untuk memerangi massa oposisi. Ribuan orang diperkirakan tewas dalam serangakaian bentrokan diantara kedua kubu yang berseteru. Kendati sebagian wilayah di bagian timur Libya telah direbut massa oposisi, Khadafi yang berada di ibu kota, Tripoli, bersumpah bakal tetap berkuasa hingga titik darah penghabisan.
Mantan menteri keadalian Libya membela dan mendukung kelompok oposisi dengan membentuk pemerintahan tandingan yang berbasis di Benghazi, kota besar kedua setelah Tripoli. Ribuan warga Libya melarikan diri ke Negara-negara tetangga seperti Mesir, Tunisia, dan beberapa Negara Eropa termasuk Italia. Krisis di Libya juga tak ayal memicu kenaikan harga minyak dunia.
Siapakah Pengganti Sang Diktator ?

Sebelum membaca Artikel ini apakah teman-teman sudah tahu apa arti dari Diktator? Teman-teman sudah tahu siapakah Diktator dimuka bumi ini yang lagi panasnya diperbincangkan? mari kita intip di benua Afrika, ya pastinya temen-teman sudah pada tahu yaitu Moamar Khadafi dan dia adalah Presiden Libya. Dia adalah seorang Diktator yang memimpin Libya kurang lebih 3 Dekade 1 Dasawarsa atau 38 tahun lamanya. Nah sekarang siapa ya yang menggantikan Moamar Khadafi?
Setelah menggempur habis-habisan pasukan Oposisi, tanda kemenangan sudah di depan mata. Namun, sejak serangan udara pesawat tempur AS, Inggris dan Prancis membombardir Libya, kekuatan Pro Pemerintah melemah. Sebaliknya pasukan oposisi kembali menunjukan kekuatan mereka. Sebaliknya pasukan oposisi kembali melihatkannya kekuatan mereka. Beberapa kota yang semula direbut loyalitas Khadafi telah berpindah tangan ke kelompok antipemerintah. Nah mulai pertanda “Collapse” kekuatan sang Diktator kian menjadi-jadi.
Ditengah semakin terpukulnya pasukan pemerintah, banyak masyarakat mempertanyakannya termasuk saya. Siapakah pengganti sang Diktator ? dan sejumlah tokoh oposisi yang mencuat adalah Khalifa Hifter. Dia pernah menjadi perwira militer terkemuka pada pemerintah Khadafi. Namun, setelah pengalaman militer pahit di Chad, pada akhir tahun 1980-an, dia berbalik arah menentang Khadafi.
Untuk berlindung dari kejaran mantas an atasannya, Hifter meninggalkan Libya pada tahun 1990-an. Dia pun menetap di Virginia Amerika Serikat selama 2 Dekade atau 20 tahun. Belakangan ini terus menjalin hubungan dengan pasukan oposisi dan kembali ke tanah airnya untuk menggempur kekuatan pasukan loyalitas pemerintah. Hifter sangat terkenal di pasukan oposisi di Libya. Tokoh oposisi lainnya yang sangat berpengaruh adalah Mustafa Abdel Jalil, Mahmoud Jebril, Abdel Hafidz, Omar El-Hariri dan Ali Al-Essawi.
Abdel Jalil adalah mantan Menteri Hukum pada pemerintah Khadafi yang merupakan tokoh pendiri Dewan Transisi Nasional yang menentang Khadafi. Abdel-Hafidz adalah seorang pengacara kekuatan oposisi dan dia adalah Jubir Dewan Transisi Nasional. Mahmoud Jebril adalah teman dekat Abdel Jalil dan juga Ketua Dewan Transisi. Omar El-Hariri adalah yang pernah memimpin luar negeri Dewan Transisi Nasional juga memiliki peluang menggantikan Khadafi. Ali Al-Essawi adalah mantan mentri ekonomi, mantan menteri perdagangan dan mantan menteri investasi Libya dan menteri luar negeri Dewan Transisi Nasional sejak tahun 2011.
Dari 5 kadidat tersebut yang memiliki peluang menggantikan Khadafi, menurut perspektif dan paradigma teman-teman siapakah yang berhak menggantikan Moamar Khadafi ? Dan pantaskah Moamar Khadafi di turunkan dari jabatanya ?
bookmark
Entry Popular
-
Perang Korea saat ini masih terdengar, Bagaimana Respon Anda mengenai Korea?? Perang bukan hanya perang Politik saja, melainka...
-
Cyberlaw adalah hukum yang digunakan di dunia cyber (dunia maya), yang umumnya diasosiasikan dengan Internet. Cyberlaw dibutuhkan ...
-
The OSGi Alliance (sebelumnya dikenal sebagai Open Services Gateway inisiatif , sekarang nama kuno) adalah terbuka organisasi s...