Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2012

Gempa Bom di Baghdad Menjadi Lautan Api


Salam Intelektual Muda,

Informasi yang saya dapat ingin memberikan sekilas tentang Politik di dunia Internasional. Baik, topik yang saya berikan relevan tentang “Gempa Bom di Baghdad Paska Kepergian Tentara Amerika Serikat mengakibatkan kontradiksi antara Sunni dan Syiah”. Sebelum saya menjelaskannya, saya ingin bertanya kepada dunia mengapa Irak menjadi serpihan sampah semenjak ditinggalkan tentara Amerika Serikat ? ada apakah politik di dalam negeri Irak sehingga menjadi api membara paska kepergian tentara Amerika Serikat. Siapakah yang bertanggung jawab atas gempa bom di Irak sehingga menjadi Baghdad lautan api. Saya sendiri saja masih bertanya-tanya dan sepertinya para pakar Politik Internasional, Intelejen internasional dan lembaga atau organisasi lainnya masih menjadi sebuah teka-teki ada apa gejolak Politik Irak paska ditinggalnya tentara Amerika Serikat.

Ledakan bom di Baghdad sangat tragis sehingga rakyat terkena imbasnya. Ibarat kata, “Gempa Bom Menjadi Lautan Api. Gempa bom menewaskan 57 orang dan melukai hampir 200 orang pada saat kepulangan tentara Amerika Serikat dari Irak sehinnga Irak sendiri mengalami Krisis Politik. Tiga ledakan bom di kawasan Sadr City, Baghdad menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai 35 orang lain, kata seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Irak. Bom pertama yang ditempelkan pada sebuah sepeda motor, meledak dekat sekelompok buruh yang sedang mencari pekerjaan harian di lingkungan Syiah, kata pejabat itu. Tak lama setelah itu, dua bom lainnya meledak secara berurutun di dekatnya.

Gambar 2 mobil paska ledakan di kota Baghdad


Warga Irak telah khawatir tentang meningkatnya kekerasan setelah penarikan Militer Amerika Serikat dari negara itu. Dalam kekerasan lain, sejumlah bom mobil meledak secara beruntun di kawasan yang didominasi kaum Syiah. Serangan bom mobil itu menewaskan 15 orang dan melukai 31 orang lain, kata pejabat Kementerian Dalam Negeri. Ledakan bom itu terjadi ketika seseorang menabrakkan mobilnya yang penuh dengan bahan peledak ke arah pos keamanan di depan Kementerian Dalam Negeri di Baghdad. Ledakan menewaskan 6  orang tewas dan melukai beberapa lainnya serta membakar sejumlah kendaraan di sekitarnya.

Gambar paska ledakan di kota Baghdad



Insiden mematikan di Irak tersebut terjadi, saat negara tengah mengalami situasi krisis politik. Kementerian dalam negeri Irak mengeluarkan surat perintah penangkapan pada Wakil Presiden Tariq al-Hashemi, setelah tiga pengawalnya membuat pengakuan menerima perintah darinya untuk melakukan serangan teroris di negara itu selama beberapa tahun terakhir. Tariq al-Hashemi sendiri telah membantah tuduhan tersebut.

Foto Wakil Presiden Tariq al-Hashemi



Seorang pejabat tinggi Irak menuduh al-Qaeda, yang sebelumnya sering memilih wilayah Syiah sebagai sasaran serangan, bertanggungjawab. Dia mengatakan pemboman dilakukan sebagai aksi balas dendam dari pembunuhan tiga pemimpin senior al-Qaeda oleh pasukan keamanan. Setidaknya 6 bom meledak. Tiga bom terjadi di kota Sadr yang didominasi warga Syiah.

Juru bicara keamanan Baghdad, Qassim Moussawi mengatakan serangan dilakukan sebagai aksi balasan atas kekalahan yang dialami al-Qaeda dan dia memperkirakan aksi teroris seperti itu akan terus terjadi. Al-Qaeda dituduh bertanggungjawab atas sejumlah serangan yang memakan korban jiwa di Irak dalam beberapa tahun terakhir. Dalam lima hari terakhir pasukan Amerika dan Irak mengatakan berhasil membunuh tiga pemimpin al-Qaeda -Ahmed al-Obeidi, Abu Ayyub al-Masri dan Abu Omaral-Baghdadi.

Foto Juru bicara keamanan Baghdad, Qassim Moussawi



Situasi politik Irak memanas menyusul tindakan Perdana Menteri Nouri al-Maliki dari faksi Syiah yang berupaya menyingkirkan dua pejabat Sunni. Al-Maliki menuduh Wakil Presiden Tariq al-Hashemi dari kelompok Sunni telah membentuk pasukan penyerang dengan sasaran para pejabat pemerintah. Bahkan sebelumnya. Al-Maliki pernah memerintahkan aparat keamanan menangkap M-Hashemi. Dia juga terus menyampaikan ketidakpercayaan kepada politisi Sunni yaitu Saleh al-Mutlaq yang menjabat deputi perdana menteri. Warga dari kalangan Sunni khawatir ledakan-ledakan bom tersebut sebagai kampanye untuk memburu tokoh-tokoh politik dari kalangan Sunni. Serangan bom itu juga dicurigai sebagai upaya kalangan Syiah untuk menguasai pemerintahan pascakepergian tentara Negeri Paman Sam.


intinya adalah semenjak tentara Amerika Serikat pergi maka terjadi krisis politik di Irak yang mengakibatkan kaum Syiah dan Sunni ingin menduduki kursi pemerintahan. Secara statistik penduduk di Irak, Syiah Arab berjumlah 45% dari jumlah keseluruhan penduduk, Arab sunni berkisar 45 %, dan penduduk berdarah Iran berjumlah 10 %. Sementara secara keseluruhan 1/3 adalah Sunni dan 2/3 adalah Syiah. Kesimpulan akhirnya adalah bahwa persentasi keseluruhan pengikut Syiah yang berdarah Arab dan Iran adalah 52%, dan persentasi pengikut Sunni Arab dan keturunan Iran berjumlah 48%.

Senin, 09 Januari 2012

Michele Bachmann Mundur dari Capres Partai Republik



Salam Intelektual Muda,

Saya Ibrahim, saya sudah lama vakum menulis arikel dan saya ingin menuangkan informasi yang saya dapat. Baik pertama-tama saya akan menulis artikel di dunia Politik Internasional. Anda telah mendengar atau sudah tahu siapakah Michele Bachmann itu ? atau sudah tahu informasi tentang Michele Bachmann mencalonkan Capres Partai Republik ? atau sudah pada tahu Michele Bachmann mundur dari Capres Partai Republik ?

Dibawah ini adalah foto Michele Bachmann yang sedang berpiodato

 

Informasi yang saya dapat dari media di Amerika Serikat, Michele Bachmann adalah salah satu seorang wanita Partai Republik yang mencalonkan diri menjadi Capres Partai Republik. Setelah ada pemilihan, Michele Bachmann sangat antusias dan yakin menang, akan tetapi seiring berjalannya waktu Michele Bachmann mengundurkan diri dari kampanye menjadi calon presiden dari Partai Republik. Setelah memperoleh hasil buruk dalam kontes nominasi yang pertama di Iowa. Michele Bachman, seorang anggota Kongres dari Minnesota, mengakhiri kampanye-nya untuk menjadi calon dalam pemilihan presiden mendatang karena beberapa jam setelah diumumkannya Michele Bachmann berada di nomor ke-6 dalam kaukus Partai Republik di Lowa Amerika Serikat hari selasa.

Informasi yang saya dapat, Mitt Romney adalah mantan Gubernur Massachusetts Amerika Serikat, yang sampai sekarang mencalonkan menjadi Capres Partai Republik dan akhirnya Mitt Romney memenangkan Kaukus Partai Republik di Lowa Amerika Serikat. Mitt Romney akhirnya menang, setelah menang suara tipis mengalahkan Rick Santorum di posisi kedua. Rick Santorum sendiri adalah mantan Senator asal Pennsylvania Amerika Serikat dan seorang konservatif dalam kontes penyeleksian pertama menuju pemilihan presiden 2012.

Sementara itu mantan duta besar Amerika John Huntsman berada di nomor terakhir. Huntsman tidak berkampanye di Iowa. Ia berharap akan memperoleh dukungan besar dalam primary di negarabagian New Hampshire tanggal 10 Januari 2011.

Jadi kesimpulannya adalah Michele Bachmann mengundurkan diri dari kampanye menjadi calon presiden dari Partai Republik karena setelah memperoleh hasil buruk dalam kontes nominasi yang pertama di Iowa yang menempati posisi ke-6. Jadi siapakah yang akhirnya menjadi kandidat Presiden Partai Republik ? Partai Republik sendiri adalah oposisi dari pemerintahan yang saat ini masih dipegang incumbent yaitu Partai Demokrat.

Senin, 16 Mei 2011

Mencuri Minyak Dengan Memutar Balikan Fakta HAM



Saya turut prihatin dengan krisis di Libya memasuki babak baru, pertempuran tidak Cuma melibatkan pasukan oposisi dan propemerintah tetapi juga tentara Koalisi Barat yaitu dipimpin oleh AS, Inggris dan Prancis. Motifnya seharusnya dipertanyakan apakah benar-benar ingin menolong berdasarkan HAM atau mencuri minyak?


Koalisi Barat bukan Cuma menembak pangkalan militer Libya atas larangan zona terbang tetapi juga menembak warga sipil. Mantan perwakilan Liga Arab untuk PBB mengatakan bahwa Koalisi Barat mencuri minyak di Libya dengan memutar balikan fakta HAM yaitu menggulingkan Moamar Khadafi dan melindungi warga sipil.


Tindakan “Represif” Barat termasuk rezim Khadafi sebagian karena faktor minyak, menurut Menlu AS Hillary Clinton bahwa AS dan sekutunya mendukung kelompok oposisi yang berjuang melawan Diktator Libya. Apakah benar AS dan sekutunya menyerang Libya dengan motif untuk menyingkirkan perusahan minyak China dari Libya?


Sementara Moamar Khadafi member isyarat kepada rakyatnya dengan dua pilihan, yaitu dia tetap memerintah atau terpaksa membunuh mereka. Terkait dengan serangan Koalisi Barat ke Libya dengan maksud peringatan militer terhadap Negara penghasil minyak terbesar di benua Afrika itu harus disepakati seluruh anggota DK (Dewan Keamanan) PBB. Harus diputuskan secara kolektif, harus disepakati DK PBB tanpa ada Negara anggota yang memveto keputusan ini, termasuk China dan Rusia.


Sejak revolusi yang terinspirasi oleh gerakan perlawanan rakyat di Mesir dan Tunisia berlangsung, Khadafi mengerahkan pasukan militer dan tentara bayaran untuk memerangi massa oposisi. Ribuan orang diperkirakan tewas dalam serangakaian bentrokan diantara kedua kubu yang berseteru. Kendati sebagian wilayah di bagian timur Libya telah direbut massa oposisi, Khadafi yang berada di ibu kota, Tripoli, bersumpah bakal tetap berkuasa hingga titik darah penghabisan.


Mantan menteri keadalian Libya membela dan mendukung kelompok oposisi dengan membentuk pemerintahan tandingan yang berbasis di Benghazi, kota besar kedua setelah Tripoli. Ribuan warga Libya melarikan diri ke Negara-negara tetangga seperti Mesir, Tunisia, dan beberapa Negara Eropa termasuk Italia. Krisis di Libya juga tak ayal memicu kenaikan harga minyak dunia.


Siapakah Pengganti Sang Diktator ?



Sebelum membaca Artikel ini apakah teman-teman sudah tahu apa arti dari Diktator? Teman-teman sudah tahu siapakah Diktator dimuka bumi ini yang lagi panasnya diperbincangkan? mari kita intip di benua Afrika, ya pastinya temen-teman sudah pada tahu yaitu Moamar Khadafi dan dia adalah Presiden Libya. Dia adalah seorang Diktator yang memimpin Libya kurang lebih 3 Dekade 1 Dasawarsa atau 38 tahun lamanya. Nah sekarang siapa ya yang menggantikan Moamar Khadafi?


Setelah menggempur habis-habisan pasukan Oposisi, tanda kemenangan sudah di depan mata. Namun, sejak serangan udara pesawat tempur AS, Inggris dan Prancis membombardir Libya, kekuatan Pro Pemerintah melemah. Sebaliknya pasukan oposisi kembali menunjukan kekuatan mereka. Sebaliknya pasukan oposisi kembali melihatkannya kekuatan mereka. Beberapa kota yang semula direbut loyalitas Khadafi telah berpindah tangan ke kelompok antipemerintah. Nah mulai pertanda “Collapse” kekuatan sang Diktator kian menjadi-jadi.


Ditengah semakin terpukulnya pasukan pemerintah, banyak masyarakat mempertanyakannya termasuk saya. Siapakah pengganti sang Diktator ? dan sejumlah tokoh oposisi yang mencuat adalah Khalifa Hifter. Dia pernah menjadi perwira militer terkemuka pada pemerintah Khadafi. Namun, setelah pengalaman militer pahit di Chad, pada akhir tahun 1980-an, dia berbalik arah menentang Khadafi.


Untuk berlindung dari kejaran mantas an atasannya, Hifter meninggalkan Libya pada tahun 1990-an. Dia pun menetap di Virginia Amerika Serikat selama 2 Dekade atau 20 tahun. Belakangan ini terus menjalin hubungan dengan pasukan oposisi dan kembali ke tanah airnya untuk menggempur kekuatan pasukan loyalitas pemerintah. Hifter sangat terkenal di pasukan oposisi di Libya. Tokoh oposisi lainnya yang sangat berpengaruh adalah Mustafa Abdel Jalil, Mahmoud Jebril, Abdel Hafidz, Omar El-Hariri dan Ali Al-Essawi.


Abdel Jalil adalah mantan Menteri Hukum pada pemerintah Khadafi yang merupakan tokoh pendiri Dewan Transisi Nasional yang menentang Khadafi. Abdel-Hafidz adalah seorang pengacara kekuatan oposisi dan dia adalah Jubir Dewan Transisi Nasional. Mahmoud Jebril adalah teman dekat Abdel Jalil dan juga Ketua Dewan Transisi. Omar El-Hariri adalah yang pernah memimpin luar negeri Dewan Transisi Nasional juga memiliki peluang menggantikan Khadafi. Ali Al-Essawi adalah mantan mentri ekonomi, mantan menteri perdagangan dan mantan menteri investasi Libya dan menteri luar negeri Dewan Transisi Nasional sejak tahun 2011.


Dari 5 kadidat tersebut yang memiliki peluang menggantikan Khadafi, menurut perspektif dan paradigma teman-teman siapakah yang berhak menggantikan Moamar Khadafi ? Dan pantaskah Moamar Khadafi di turunkan dari jabatanya ?


bookmark

Share |

Entry Popular