Aku teridam
Terduduk lemas di atas tanah
Aku termenung
Berbagai pikiran tak menentu
Menyatu dalam sebuah mimpi
Air mata tak kuasa kutahan
Menetes setetes demi setetes
Aku memandang ke angkasa
Kupandangi satu per satu
Andaikan saja
Aku seperti burung di angkasa
Terbang bebas melayang tanpa beban
Tapi itu hanya impian
Impian adalah khayalan tanpa perjuangan
Aku paham, aku tahu
Hidup adalah perjuangan
Jika tidak berjuang
Kapan akan menang?
By ibrahim
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 10 April 2010
Jumat, 09 April 2010
KORBAN BOM
by ibrahim
Menggelegar terdengar suara ledakan
Jerit tangis pilu meminta pertolongan
Korban tak bersalah jatuhBergelimpangan
Terkapar hangus mengenaskan
Dada sesak menahan tangis
Mata terpejam tak tega menyaksikan
Tubuh lunglai hilang kekuatan
Remuk redam perasaan mengutuk kebiadaban
Bertobatlah tangan-tangan setan
Sebelum ajal datang menjemput
Balasan setimpal pastikan datang
Doaku Ya Robbi
Menggelegar terdengar suara ledakan
Jerit tangis pilu meminta pertolongan
Korban tak bersalah jatuhBergelimpangan
Terkapar hangus mengenaskan
Dada sesak menahan tangis
Mata terpejam tak tega menyaksikan
Tubuh lunglai hilang kekuatan
Remuk redam perasaan mengutuk kebiadaban
Bertobatlah tangan-tangan setan
Sebelum ajal datang menjemput
Balasan setimpal pastikan datang
Doaku Ya Robbi
JAM TANGAN
Jam tangan
Engkau berguna
Untuk melihat waktu
Di pagi, siang, sore dan malam
Jam tangan
Engkau dapat dibawa
Dimana kami berada
Jam tangan
Engkau berbaterai kecil
Membuatmu berjalan sesuai waktu
Jam tangan
Engkau di tangan
Kanan ataupun kiri
Jam tangan
Tanpa engkau
Kami semua tak tahu
Tentang pagi, siang, sore dan malam
by ibrahim
Engkau berguna
Untuk melihat waktu
Di pagi, siang, sore dan malam
Jam tangan
Engkau dapat dibawa
Dimana kami berada
Jam tangan
Engkau berbaterai kecil
Membuatmu berjalan sesuai waktu
Jam tangan
Engkau di tangan
Kanan ataupun kiri
Jam tangan
Tanpa engkau
Kami semua tak tahu
Tentang pagi, siang, sore dan malam
by ibrahim
EMBUN PAGI
Pagi hari aku berjalan-jalan
Kunitmati bersih embun pagi
Yang jernih membasahi daun dan rerumputan
Menjadikan pagi sejuk dan riang embun pagi
Aku ingin mengerti dimana kau bermalam
Sehingga pagi-pagi begini telah datang
Menyirami banyak tumbuh-tumbuhan
Menjadikan pagi sejuk dan riang
Melihat, mendengar dan menghayati burung berkicau
Pagi hari sangat sungguh sunyi
Matahari dengan penuh senyum ceria
Terima kasih ya Allah swt.
by ibrahim
Kunitmati bersih embun pagi
Yang jernih membasahi daun dan rerumputan
Menjadikan pagi sejuk dan riang embun pagi
Aku ingin mengerti dimana kau bermalam
Sehingga pagi-pagi begini telah datang
Menyirami banyak tumbuh-tumbuhan
Menjadikan pagi sejuk dan riang
Melihat, mendengar dan menghayati burung berkicau
Pagi hari sangat sungguh sunyi
Matahari dengan penuh senyum ceria
Terima kasih ya Allah swt.
by ibrahim
Langganan:
Postingan (Atom)
bookmark
Entry Popular
-
Perang Korea saat ini masih terdengar, Bagaimana Respon Anda mengenai Korea?? Perang bukan hanya perang Politik saja, melainka...
-
Cyberlaw adalah hukum yang digunakan di dunia cyber (dunia maya), yang umumnya diasosiasikan dengan Internet. Cyberlaw dibutuhkan ...
-
The OSGi Alliance (sebelumnya dikenal sebagai Open Services Gateway inisiatif , sekarang nama kuno) adalah terbuka organisasi s...